YOGYAKARTA – Dalam rangka memperkuat mutu akademik dan memastikan kesiapan penerapan kurikulum baru, Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Internal (P4MI) Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menggelar "Workshop Assessment Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dalam Kurikulum Outcome-Based Education (OBE)" pada Rabu, 12 November 2025 di Ruang Studio Perencanaan 101. Kegiatan ini dibuka dengan arahan dari Ibu Nuraini Aisiyah, S.SiT., M.T., yang menekankan urgensi perubahan paradigma pendidikan tinggi. Beliau menyoroti bahwa penerapan OBE menuntut perguruan tinggi untuk menggeser fokus dari sekadar input (materi yang diajarkan) menjadi outcome (kompetensi nyata yang dikuasai lulusan). Oleh karena itu, asesmen CPL menjadi instrumen strategis yang harus disusun secara terstruktur, terukur, dan berbasis bukti (evidence-based) guna memastikan lulusan STPN relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Berbeda dengan agenda sebelumnya yang membahas substansi kurikulum, workshop kali ini menitikberatkan pada teknis implementasi. Dipandu oleh moderator Bapak M. Nur Kamila Amrullah, S.Pd., M.M., acara ini menghadirkan narasumber Bapak Handoko Riwikdo dari Poltekkes Yogyakarta, seorang praktisi yang telah sukses mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi asesmen OBE. Standardisasi Penilaian dan Pembagian Peran Dalam paparannya, Bapak Handoko menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi sistem asesmen CPL sangat bergantung pada pembagian peran yang tegas antara Admin Prodi, Dosen, dan Tim Prodi. Menjawab tantangan terkait tidak konsistennya dosen dalam menentukan parameter penilaian (seperti dominasi bobot 50:50 untuk UTS dan UAS), Bapak Handoko menekankan pentingnya standardisasi proses bisnis akademik sebelum menggunakan aplikasi. Solusi yang ditawarkan adalah penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mewajibkan seluruh Penanggung Jawab Mata Kuliah (PjMK) untuk menyepakati minimal empat komponen penilaian beserta bobotnya sebelum semester berjalan. Nantinya, hasil kesepakatan tersebut akan "dikunci" oleh Admin Prodi di dalam sistem aplikasi OBE. "Aplikasi kami kemudian berfungsi sebagai eksekutor yang akan menagih dosen untuk menginput keempat komponen nilai tersebut. Jika dosen hanya memasukkan nilai UTS dan UAS, sistem akan otomatis menandai bahwa nilai mahasiswa tersebut belum lengkap," jelas Bapak Handoko. Integrasi Sistem dan Tindak Lanjut STPN Terkait infrastruktur digital, integrasi data capaian mahasiswa ke Sistem Informasi Akademik (SIA) maupun Learning Management System (LMS) dapat difasilitasi menggunakan Application Programming Interface (API) dan sistem Single Sign-On (SSO), sebagaimana praktik baik yang telah berjalan di Poltekkes. Dari kegiatan ini, disimpulkan bahwa tantangan utama STPN dalam transisi menuju OBE adalah standardisasi asesmen CPL. Sebagai langkah tindak lanjut yang konkret, P4MI dan program studi akan segera merumuskan SOP internal yang jelas terkait parameter penilaian di tiap mata kuliah. SOP ini kelak akan menjadi landasan utama bagi STPN sebelum secara penuh mengadopsi atau mengembangkan sistem aplikasi penilaian OBE yang terintegrasi.
Systematic Monitoring and Review of Academic Targets